PATROLI

INDEPENDENT & OBJEKTIF

Arsip untuk Mei 27th, 2008

– BLT untuk Jompo Diantar ke Rumah -

Ditulis oleh Redaksi di/pada Mei 27, 2008

Bandung – Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta kantor pos untuk membayarkan dana bantuan langsung tunai (BLT) kepada kaum jompo di rumah masing-masing. Kaum jompo tidak perlu datang ke kantor pos untuk mengambil dana BLT.

Permintaan ini disampaikan Menteri Perdagangan ketika meninjau penyaluran BLT di Kantor Pos Pusat Bandung, Senin (26/5) pagi. Dalam kesempatan tersebut, Mari berbincang-bincang dengan penerima BLT, Ny Epon. Melihat kondisi Epon yang sudah lanjut usia, Mari kemudian meminta PT Pos Indonesia untuk memberi kemudahan bagi penerima BLT dari kalangan lanjut usia untuk tidak perlu datang ke kantor pos. “Mereka bisa menerima BLT di rumah masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan selama tiga hari ini, Menteri Perdagangan menilai penyaluran BLT berjalan lancar dan tidak ada masalah. Ia juga berharap tidak terjadi pemotongan dana BLT dengan dalih apa pun.

Dari pengalaman pada tahun 2005, jika terjadi penyimpangan penyaluran BLT, persentasenya tidak lebih dari 10 persen. Jika ditemukan penyimpangan, masyarakat supaya tidak segan-segan untuk melapor.

Penyaluran BLT di Kota Bandung, hingga Senin, sudah diberikan kepada sekitar 2.900 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Juru bicara Kantor Pos Besar Bandung, Suyut Suhendar, mengatakan Kantor Pos Besar Bandung telah membentuk tim untuk menyalurkan dana BLT bagi kaum jompo maupun mereka yang sedang sakit. “Kami akan datang ke rumah serta rumah sakit untuk memberikan BLT bagi mereka yang tidak bisa datang ke kantor pos,” jelas Suyut.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengusulkan kepada PT Pos agar penyaluran BLT di kelurahan jika penerima BLT sulit mengakses kantor pos. “Pertimbangan ini karena ada warga yang tinggal di luar area perkotaan, sehingga untuk mengakses kantor pos di dalam Kota Makassar sedikitnya membutuhkan uang transpor Rp 50.000,” jelas Ilham.

Lokasi warga penerima BLT yang sulit mengakses kantor pos adalah warga yang tersebar di 11 pulau yang masuk Wilayah Kota Makassar seperti Pulau Lumu-Lumu, Lanjukan, Kondingareng Keke, dan Barrang Caddi. Menanggapi hal tersebut, Kepala PT Pos Wilayah X Sulawesi, Maman Suherman, mengatakan pihaknya belum dapat mengabulkan permintaan itu karena mekanisme penyaluran BLT masih difokuskan di kantor pos.

“Pertimbangan itu memang bijaksana, namun kami belum berani menerapkannya, karena dikhawatirkan membludaknya penerima BLT di loket yang diselenggarakan di kelurahan tertentu,” katanya. Penerima BLT diberi kesempatan hingga akhir Desember 2008. Penerima BLT di Makassar tercatat 70.176 RTS, sedangkan total di Sulsel mencapai lebih dari satu juta RTS yang tersebar di 23 kabupaten/kota.

Di Manado, BLT yang akan disalurkan dalam waktu dekat, dinilai oleh anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tomohon, Ferdinand Datu, sebagai tidak mendewasakan rakyat miskin dan tak tepat sasaran karena masih memakai data lama. Menurutnya, lebih baik BLT dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan.

Ditulis dalam Sosial | Komentar Dimatikan

- Ribuan Angkutan Kota Mogok –

Ditulis oleh Redaksi di/pada Mei 27, 2008

Surabaya – Kenaikan harga BBM diprotes oleh kalangan pengusaha angkutan umum dengan cara mogok operasi secara massal.

Senin (26/5) ini, ribuan ar-mada angkutan kota se-Surabaya dan Jayapura melakukan aksi mogok massal, menuntut pemerintah agar membatalkan kenaikan har-ga BBM, karena beban angkutan kota semakin berat.

Akibat aksi ini, ribuan calon penumpang tidak bisa terangkut. Aksi di Surabaya yang berlangsung sejak pukul 06.00 tersebut, melibatkan 58 angkutan kota se-Surabaya. Aksi tersebut juga didukung oleh mayoritas bus kota, taksi, dan armada bus mini jurusan Surabaya-Mojokerto. Selain mogok, mereka juga menyampaikan aspirasi ke Gedung DPRD Jawa Timur.

Ribuan calon penumpang hanya bisa bergerombol di halte-halte pemberhentian angkutan umum. Di samping itu, calon penumpang yang berada di Terminal Joyoboyo tidak bisa terangkut. Sedangkan ribuan angkutan kota, bus kota dan minibus jurusan Surabaya-Mojokerto diparkir di Terminal Joyoboyo dan ditinggalkan sopirnya. Otomatis, terminal tersebut tidak muat menampung seluruh armada angkutan kota sehingga meluber hingga ke jalan raya.

Pemkot Surabaya bersama jajaran Polwiltabes Surabaya mengerahkan mobil dinasnya untuk membantu mengangkut penumpang. Pemkot mengerahkan belasan mobil Satpol PP dan lima unit bus sekolah, sedangkan Polwiltabes mengerahkan truk angkutan karyawan. Menurut Wastomi Suheri, Ketua DPC Organda Kota Surabaya, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan para sopir atas kenaikan harga BBM yang akan membuat mereka semakin terpuruk. “Jika kami menaikkan tarif angkutan, penumpang akan semakin sepi. Tetapi jika tidak dinaikkan, tidak cukup untuk biaya operasional,” kata Wastomi.

Ia menambahkan, jika pemerintah tidak bisa lagi membatalkan kenaikan harga BBM, maka pihaknya memberikan opsi agar angkutan umum khususnya angkutan kota, mendapatkan subsidi harga BBM. “Dengan begitu, tarif angkutan umum tidak perlu dinaikkan, dan pengeluaran sopir dari sisi BBM tidak naik juga,” paparnya.

Menurut rencana awal, mogok massal ini akan berlangsung hingga pukul 24.00 nanti. Tetapi menurut Wastomi, pihaknya akan membicarakan lagi masalah ini. “Bisa saja jika kami dari Gedung DPRD nanti ada suatu kesepakatan baru, kami akan kembali beroperasi sore nanti,” ungkapnya.

Di Jayapura, Papua, ratusan penumpang angkutan umum juga telantar karena mogoknya armada angkutan umum jurusan Waena-Abepura, Kota Raja-Abepura, Jayapura-Entrop, dan taksi jurusan Dok.

Para sopir menuntut agar tarif angkot dinaikkan. Wakil sopir angkot bernama Erwin, yang ditemui SH di halaman Gedung DPRD, mengatakan kenaikan harga BBM membuat mereka semakin menderita.

Sementara itu, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe, dalam acara Rakerda I Partai Demokrat di SwissBell Hotel, Jayapura, mengatakan kenaikan BBM tidak berpengaruh di Papua, khususnya di pedalaman. “Kalau hanya naik seribu perak, kami tidak berpengaruh, karena di Puncak Jaya harga bensin saat ini sudah mencapai Rp 35.000,” katanya.

Ia bahkan mengatakan aksi demo BBM tersebut seharusnya sudah dilakukan dari dulu, karena barang-barang kebutuhan dan BBM sudah mahal sejak sebelum ada kenaikan harga BBM. Akibat mogok massal angkutan umum hari ini, para penumpang terpaksa menggunakan ojek meskipun dengan tarif lebih mahal. “Daripada ke kantor dan dimarahi bos, lebih baik naik taksi saja,” ujar Lusi, penumpang angkot yang menunggu hampir satu jam.

Begitu pula di Surabaya, banyaknya penumpang yang tidak terangkut angkutan umum, membuat muncul para tukang ojek dadakan. Tentu ongkosnya lebih mahal, seperti untuk jalur Wonokromo-Pasar Turi, jika naik angkutan kota dikenakan tarif Rp 2.500/penumpang, tetapi kalau naik ojek Rp 15.000/penumpang. Tidak hanya tukang ojek, para tukang becak juga meraih keuntungan. Jika naik becak dari Wonokromo menuju Gunungsari yang biasanya cukup dengan Rp 5.000, kali ini mereka minta Rp 10.000.

Ditulis dalam Ekonomi-Bisnis | Komentar Dimatikan