PATROLI

INDEPENDENT & OBJEKTIF

IMI Serius Pembinaan Pembalap Muda

Jakarta – Keseriusan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk melahirkan pembalap berbakat kembali dibuktikan dengan mulai dikibarkannya “bendera” IMI Racing Academy (IRA). Langkah ini dilakukan sebagai upaya besar IMI untuk mencetak pembalap tangguh yang akan diproyeksikan tampil di MotoGP atau World Superbike Championship (WSBK).
Ketua Pelaksana IRA, A Judiarto menjelaskan, sebagai target awal para pembalap yang masuk IRA adalah bisa menjadi juara Asian GP. Setelah itu, mereka akan terus digembleng dan diproyeksikan mengikuti balapan yang lebih besar lagi seperti WSBK atau MotoGP. “Tidak hanya di arena road race, IRA juga membuka kelas untuk motokros. Bahkan kami akan mendatangkan instruktur motokros Jim Gibson, mantan juara dunia dari AS. Untuk motokros, kami menggelar kamp di Sirkuit Bumi Harapan Indah, Bekasi, pada 28 Mei sampai 5 Juni mendatang,” tandas Judiarto yang juga Ketua Harian Pengda IMI DKI ini
Ketua Bidang Olahraga PP IMI Irawan Sucahyono ahir pekan lalu menjelaskan, saat ini pelaksana IRA terus melakukan perekrutan pembalap berbakat. Saat ini, baru dua pembalap muda yang telah terjaring dan juga telah ikut berlaga di seri kedua FIM Asian GP. Kedua pembalap itu adalah Chairil dan Satria, yang baru berusia 16 tahun. Menurutnya, IRA adalah terobosan untuk bisa mengikuti perlombaan MotoGP atau WSBK, tanpa harus melalui proses panjang dari ajang OMR, Motorprix, atau Indoprix karena membutuhkan biaya yang sangat mahal. Salah satu caranya adalah menggandeng ATPM-ATPM dalam penyediaan motor sehingga beban biaya bisa ditekan.